5 Makanan yang harus dihindari pada saat mengkonsumsi obat


Makanan yang Harus Dihindari saat Mengkonsumsi Obat

Dilansir dari laman Today, Madelyn Fernstrom, direktur Pusat Manajemen Berat di University of Pittsburgh, mengungkapkan beberapa makanan yang dapat mengganggu kinerja obat:

1. Grapefruit

Grapefruit sering dikira sebagai anggur. Padahal, buah tersebut termasuk golongan buah sitrus yang masih sejenis dengan jeruk maupun lemon. Dalam bahasa Indonesia, grapefruit disebut dengan jeruk limau gedang.

Grapefruit adalah salah satu buah-buahan yang perlu dihindari saat kamu sedang mengonsumsi obat. Pasalnya, buah tersebut memengaruhi beberapa agen penurun kolesterol, beberapa obat jantung, beberapa obat sistem kekebalan, dan beberapa obat alergi.

Dilansir dari laman UC San Diego Health, grapefruit kaya akan furanokumarin, senyawa organik yang dapat menghambat aksi enzim di hati dan usus yang memetabolisme banyak obat. Tanpa aktivitas enzimatik ini, tingkat obat-obatan ini dapat meningkatkan ke tingkat yang berbahaya. 

Jadi, hindari mengonsumsi grapefruit saat kamu sedang minum obat jantung, obat untuk sistem kekebalan tubuh, dan obat penurun kolesterol.

2. Makanan yang Kaya Vitamin K

Sayuran berwarna hijau tua seperti brokoli, bayam, asparagus, dan selada daun merah memang bagus untuk kesehatan karena mengandung vitamin K yang tinggi. Sayangnya, sayuran tersebut dapat meningkatkan khasiat obat pengencer darah, seperti Warfarin. Pengencer darah bekerja untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah, sedangkan makanan yang kaya vitamin K justru mendorong pembekuan darah. Hal ini melawan efek obat.

3. Produk Susu

Makanan olahan susu dapat memengaruhi suplemen zat besi dan beberapa antibiotik. Hal itu karena kalsium yang terdapat dalam produk susu mengganggu penyerapan suplemen zat besi dan antibiotik, sehingga kamu mendapatkan lebih sedikit senyawa aktif yang beredar di aliran darah.

4. Anggur Merah dan Keju Keras

Kedua makanan tersebut mengandung senyawa yang disebut “tyramine” yang bekerja dengan cara yang sama pada neuron otak seperti kelas antidepresan yang disebut inhibitor monoamine. Jadi, mereka dapat meningkatkan efek obat tersebut.

5. Alkohol

Minum beralkohol dapat memengaruhi obat-obatan, seperti antidepresan, antihistamin, pil tidur, obat penenang dan beberapa antibiotik.


Pengaruh Makanan Terhadap Kinerja Obat-obatan

Pada dasarnya, ada tiga cara makanan dapat berinteraksi dengan obat-obatan, yaitu:

·         Mengganggu Penyerapan Obat dalam Tubuh

Misalnya, susu menghalangi penyerapan zat besi dalam perut. Kalsium yang terkandung dalam produk susu mampu mengikat beberapa obat, seperti suplemen zat besi dan beberapa antibiotik, sehingga tidak terserap dengan baik dalam tubuh.

Sementara makanan yang mengandung kadar lemak dan serat yang tinggi dapat memperlambat pengosongan perut dan laju penyerapan obat oleh tubuh, sehingga dosis obat yang didapatkan lebih kecil dari yang diharapkan.

·         Menghambat Pemecahan atau Metabolisme Obat, Baik di Usus Maupun Hati

Obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah dan dikeluarkan melalui urine. Itulah mengapa kamu perlu minum obat setiap hari atau beberapa kali dalam sehari. Nah, makanan seperti grapefruit atau limau gedang dapat menghambat enzim di usus untuk memecah obat tertentu, seperti obat penurun kolesterol, obat jantung, dan obat imunologi. Karena tubuh hanya memecah sedikit kandungan obat, maka ada lebih banyak obat yang beredar di aliran darah, sehingga meningkatkan risiko kamu mengalami efek samping.

·         Meniru Cara Kerja Obat

Beberapa makanan atau minuman tertentu dapat meningkatkan efek obat tersebut, sehingga seolah-olah kamu mengambil dosis yang lebih tinggi. Akibatnya, kamu berisiko mengalami efek samping. Alkohol, misalnya, bekerja di area otak yang sama dengan obat penenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BODREX : Fungsi, Kegunaan, Aturan Minum

Manfaat dari Obat-obatan